kota

Jelata dan Nestapa

Oleh: Al Muiz Ld.

Biar ku buat kata kata untuknya
Sekedar menyulut bara atas asa
Mendengar suara rintih manusia
Terkapar tertimpa nestapa

Jam dinding berdetak
Sedikit tersentak
Atas hadirnya lelaki perjaka peminta-minta
Sambil memainkan dawai gitarnya
Selang beberapa detik
Ditambah hujan yang merintik
Wanita tua itu kembali melangkah tak mau mendekat
Mengajak anaknya meminta-minta
Berharap simpati dan iba

Oh Tuhan,
Nenek peot merongrong di jalanan
Ibu yang rela menghardik anaknya
Lelaki perkasa tak kuat nyali
Dan terpaksa terluntah
Atau memang disengaja

Oh Tuhan,
Salah apa negeri ini?

Oh Tuhan,
Para ulama sibuk berdakwah
Para penguasa asyik berkuasa
Para petinggi gila akan kursi
Apakah negara tak lagi berguna?

Jelita jelata mulai pandai memanipulasi
Manfaatkan nestapa di negeri sendiri
Jelita jelata telah tereksploitasi
Oleh mandor berjas dan berdasi
Jelita jelata mulai terkebiri
Atas nasib hidup setiap hari
Jelita jelata gemar wira wiri
Bernyanyi dan menjual harga diri

Malang- JelataKopi
Rabu, 12 Okt 2016
12.30 WIB

Khidr di Tengah Kota: Menyoal Sampah dan Keselamatan

khidr

Oleh: Al Muiz Ld.

Once upon a time, sekitar dua tahun yang lalu, di sebuah desa yang ramai akan segerombolan pendatang dari penjuru Nusatara. Gerombolan yang datang mencari ilmu dari kampus negeri atau pun swasta yang memadati kampung yang dulunya asri nan rindang dengan pemandangan sawah nya. Kampung yang mengalir deras pemikiran para intelektual muda dari kalangan pemuda Islam Indonesia, hingga saat ini. (more…)

Kota Kreatif?

FB_IMG_1443022071157

Oleh: Al Muiz Ld.

Bercerita mengenai kota kreatif bagi saya adalah hal baru, bagi orang yang di besarkan di desa, dan baru lima tahun hidup di kota. Sedikit pendahuluan, sejak zaman Nabi Muhammad SAW hadir di muka bumi, gambaran peradaban kota sudah ada. Dan sering disebut sebagai Madinah Al Munawwaroh (Kota yang bercahaya), bahkan sebuah konstitusi dari kota tua ini menjadi rujukan negara- negara untuk membangun kota yang majemuk dan berkeadilan. (more…)