Tembakau

Oleh: Al Muiz Ld.
Tembakau
Hasil alam yang memukau
Kini kau hadir di depan mataku
Menebar wangi
Continue reading

Advertisements

Jelata dan Nestapa

Oleh: Al Muiz Ld.

Biar ku buat kata kata untuknya
Sekedar menyulut bara atas asa
Mendengar suara rintih manusia
Terkapar tertimpa nestapa

Jam dinding berdetak
Sedikit tersentak
Atas hadirnya lelaki perjaka peminta-minta
Sambil memainkan dawai gitarnya
Selang beberapa detik
Ditambah hujan yang merintik
Wanita tua itu kembali melangkah tak mau mendekat
Mengajak anaknya meminta-minta
Berharap simpati dan iba

Oh Tuhan,
Nenek peot merongrong di jalanan
Ibu yang rela menghardik anaknya
Lelaki perkasa tak kuat nyali
Dan terpaksa terluntah
Atau memang disengaja

Oh Tuhan,
Salah apa negeri ini?

Oh Tuhan,
Para ulama sibuk berdakwah
Para penguasa asyik berkuasa
Para petinggi gila akan kursi
Apakah negara tak lagi berguna?

Jelita jelata mulai pandai memanipulasi
Manfaatkan nestapa di negeri sendiri
Jelita jelata telah tereksploitasi
Oleh mandor berjas dan berdasi
Jelita jelata mulai terkebiri
Atas nasib hidup setiap hari
Jelita jelata gemar wira wiri
Bernyanyi dan menjual harga diri

Malang- JelataKopi
Rabu, 12 Okt 2016
12.30 WIB

Secangkir Kopi


Oleh: Al Muiz Ld.

Dahaga merangrang sekujur tubuh
Saat akal tak lagi nakal
Saat hati tak lagi simpati
Saat kaki tak lagi berfungsi
Saat diri tak lagi berbakti

Disana ada secangkir kopi

Secangkir kopi,
Mampu menginjeksi energi
Dari mulut merasuk ke akal budi
Hingga kau bisa kembali berimajinasi

Secangkir kopi,
Meneduhkan problema
Yang penuh teka teki
Dengan pisau tiki taka
ala Neymar, Suarez dan Messi

Secangkir kopi,
Episode dialektika manusiawi
Bisa jadi konsolidasi
Antar generasi
Menolak kedzoliman korporasi

Semoga besok bisa bangun pagi
Dan melakukan aksi

Malang-KopiLanang,
Rabu, 12 Oktober 2016
02.23 WIB