Sajak Santri

20150715_200923

Oleh: Al Muiz Ld.

Plak plak plak
Klompen pak kyai berbunyi berirama rapi
Berbilangan dua per dua
Tanpa ada mayor dan minor
Suaranya bersajak layaknya syiir

Kala itu, tidak hanya pak kyai yang ramai sendiri
Ayam tetangga berkokok berirama dinamis
Saling sahut menaikkakn nada dari kerongkongannya
Si jantan tak pernah mau kalah, ia berkokok mengalahkan suara bedug fajar di surau

Kami terbiasa dengan suara itu,
Suara klompen pak kyai menuju ranjang santri
Suara ayam yang ingin dialog dini hari
Suara bedug mengetuk hati seraya dag dig dug
Suara bising sanyo menyedot air dari sumur tua
Suara ricuh alir air yg turun dari pipa ke tandon besar
Suara lembut bernada tinggi
pak kyai menghembuskan angin syurgawi

Sungguh,
Orkestra sang fajar yang epik
Dibanding kabar dari langit yang kaku
Antara kadzib dan shodiq melulu

Apa yang terjadi,
Ketika orkestra suara itu gagal menggugah hati santri yang tertutup nafsu kekanakannya?
Pak kyai tak kehilangan akal budi
Ia gelitik kaki kami dengan jari-jari
Ia gelitik telinga kami dengan sapu lidi
Jikalau belum manjur,
Ia ambil air dari jembangan, berbekal panci usai dicuci
Ia percikkan ke wajah kami, dengan jari yang terbeber geli
Ia siramkan air ke kaki kami
Ia basuh wajah kami
agar menggigil dan sadar diri
Segala upaya menyulut energi di pagi hari

Adzan dikumandangkan seorang santri
“Ash Sholatu Khoirum Minan Naum”
Sholat itu lebih baik dari tidur
Sebanyak dua kali

Bergegas santri menjalankan sunnah fajar
Sebagian hanya duduk tak teratur di surau menunggu iqomah
Sembari pujian ala abu nawas
Setelah formasi lengkap, sholat subuh dilaksanakan
Wa ba’du, wiridan dan ngaji kitab sembari mangut mangut gelang geleng
Karena ngantuk melanda para santri

Begitulah aktivitas dini hari
Percakapan para santri
Belajar mandiri, ngaji dan mengabdi

***
Santri,
Ngajine ora mari-mari
Mocone ora kenal pilah pilih
Nulise karo maknani

Santri,
Klambine ora ganti-ganti
Adose nang kali
Mangane iwak ayam sesekali

Santri,
Nakale ora nguati
Cerdase ora ana seng nandingi

***
Suatu hari
Kami bertanya kepada kyai;
“Kyai, kenapa rumah sakit islam bayar nya lebih mahal dari rumah sakit umum? Padahal yang berobat orang islam dan kurang mampu”
Kyai menjawab;
“Jadi begini, rumah sakit islam itu kan milik swasta. Dikelola sendiri, dikembangkan sendiri dan digunakan untuk umat. Lha, nanti uangnya masuk yayasan, dan dikelola yayasan”
Kami bertanya lagi;
“Kyai, rumah sakit islam ini kan tidak lengkap fasilitasnya, dokternya juga tidak jelas, masak bayarnya mahal sekali?”
Kyai menjawab;
“Kamu ini ngeyel saja, ini buat pengembangan yayasan”
Kami terheran. Ohh.
Kami tidak berani membantah lagi
Takut suul adab

Kami kembali ke ranjang.
Bertanya-tanya dengan jawaban kyai
“Opo yo ngunu, masak orang miskin harus mempunyai uang dahulu untuk mendapatkan kesehatan yang belum tentu layak itu”
Sedikit kecewa dengan jawaban kyai

Sejenak kami melamun,
Jika orang islam fanatis terhadap agamanya
Dia akan bersekolah ke yayasan islam
Dia akan bekerja ke perusahaan islam
Dia akan menabung ke bank islam
Dia akan berobat ke rumah sakit islam
Apakah dengan begitu orang islam akan masuk surga?

***
Terlampau banyak pertanyaan yang aku simpan dalam memori
Membentuk imaji antara dogma dan naluri
Terbentur, terbentur dan terbentur

Aku berkelana,
Bertemu kyai, ulama, ideolog dalam buku buku
Berkenalan dengan Gus Dur, Gus Mus, Gus Miek
Berjumpa dengan Soekarno, Hatta, Tan Malaka, Tjokroaminoto, Haji Misbah, Haji Agus Salim, Semaon, Aidit
Berdansa dengan Marx, Lenin, Stalin, Kautsky, Smith, Hegel, Derida,
Dan mengagumi kegilaan Caplin dalam pentasnya.

Betapa luas samudra cahaya ini
Betapa tajam belati yang sanggup mengupasi
Betapa merdeka cairan otak ini

Pengembaraan itu tetaplah diimbangi
Dengan spiritualitas yang ketat
Dan pembebasan yang tangguh
Menuju keharmonisan
Antar manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan tuhanNya

Santri, selamanya santri
Sajaknya adalah laku suci
Menghormati Orang tua dan Kyai
Mengabdi kepada Ilahi

***

Malang-200 meter dari Ponpes Sabolur Rosyad Gasek
Sabtu, 22 Oktober 2016
03.25 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s