Matrealisme Rasa

Oleh: Al Muiz Ld.

Sering kali
Ada yang terlewat
Ada yang mengganjal
Ada yang tak terawat
Bahkan terlewat

Senja membincang kata dan kata kata
Dimana memposisikan rasa dalam kata
Ada kata yang sibuk dengan estetika
Dan lupa akan etika
Ada kata yang mendakwah
Sebenarnya dusta

Terus,
Dimana posisi kata
Kata kata bukanlah kosong
Ia berbaris indah
Dalam puisi ia berbait tak rata
Ada pesan rasa yang disampaikannya
Atas ungkapan yang tak tersampaikan
Atas pikiran yang difakirkan
Atas rasa yang dihamburkan

Puisi tak hanya berbicara mawar merah,
Harumnya semerbak
Menawan jutaan wanita
Selaksa sihir buta

Apalah arti kata, jika tidak bermakana
Tak lagi membara
Tak lagi menganga
Tak lagi menggerakkan
Jutaan manusia,
Untuk sadar bahwa dirinya terjajah

Puisi itu mewakili rasa
Memperjuangkan hak manusia
Agar bisa hidup bahagia

*Tulisan ini dibuat saat diskusi bersama mas Andy Sri Wahyudi (Penulis Buku Puisi Energi Bangun Pagi Bahagia)

Malang-KafePustaka
Rabu, 12 Oktober 2016
17.01 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s