Republik Hits

sumber: sootoday com

sumber: sootoday com

Oleh: Al Muiz Ld.

Selamat sore Indonesia, negara adidaya atas segala kengetrenannya. Segala komoditas alami pun juga banyak yang berasal dari Indonesia, yang memang sengaja di ekspor ke Negara tetangga, memang negara ini terkenal dengan hasil alam nya. Tidak hanya komoditas pangan saja, bahkan komoditas tambang yang melimpah pun sudah banyak negara yang mengenalinya, hingga surat kontrak bilateral dua negara pun sebagai alat sah penjajah oleh negara tidak berperi kemanusiaan. Bayangkan kalau di Indonesia matahari nya lebih dari satu, pasti akan disumbang beberapa ke tetangga dekat atau jauhnya. Hanya karena kurang percaya saja negeri ini pada bangsa nya.

Ketidakpercayaan itu seringlah dilakukan oleh pemerintah kita terhadap bangsanya. Sebenarnya banyak peneliti, penemu atau pun pakar hingga orang gila pun yang dapat mengelola sumber daya yang ada menjadi lebih berguna bagi kesejahteraan bangsanya. Sangatlah latah memang negeri ini, yang suka mengabaikan bangsanya yang berpotensi atau berkualitas guna membangus bangsa yang adil, berdaulat dan merdeka. Sudahlah banyak korban ketidakpercayaan di negeri ini, dari kolonial hingga detik ini, atau bahkan besok dan seterusnya. Sehingga, bangsa ini menjadi konsumen yang sholeh dan berakhlaqul karimah terhadap kapitalisme.

Bagaiman tidak?, menjadi konsumen yang baik bagi produsen yang menggila adalah hobi di republik ini. Sering bangsa ini menjadi tester yang baik pula bagi produk China, Hongkong dan sejenisnya. Memantau perkembangan teknologi dan elektronik terupdate sebagai incaran konsumtif, demi memuaskan keinginan tanpa memandang kebutuhan diri.

Pengetahuan berkembang secara pesat, seiring dengan perkembangan teknologi. Sebagian dari bangsa ini menghabiskan waktunya untuk bermain teknologi yang ia punya, layaknya gadget, laptop dan super wifi sebagai media bermain atau belajar, sangat variatif memang kegunaan teknologi kini. Akan tetapi, banyak dari kita lupa akan fungsi teknologi tersebut.

Teknologi sebagai alat membangun kreatifitas dan potensi diri untuk menjadi insan yang lebih bermanfaat, sering kali disalahgunakan. Penyalahgunaan ini mengandung unsur kemubadziran,  ujub dan riya’. Dan itu banyak dilakukan oleh agent of change yang sekolah di kampus ngetren atau tidak. Sehingga, akan sulit perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan tidak diimbangi dengan sikap tawadhu dan tanggung jawab.

Kemubadziran itu terimplementasikan dari ekspresi pengguna media sosial yang tidak lagi ramah terhadap ilmu pengetahuan dan lingkungan sekitarnya. Terbukti dengan adanya generasi hits yang kian marak hinggap di instagram, twitter atau pun facebook, dan banyak dihuni para pemuda/i bangsa ini. Sejenis kumpulan pemuda yang arisan di medsos, dengan mentradisikan budaya alay dan eksis nya di medsos. Ada pula yang hobi selvie dengan model gaaun, jilbab atau pun CD nya yang bari ia beli. Begitu pula dengan ujub, rasa yang lebih unggul dari pada orang lain itu pun turut menhiasi medsos, dan sikap riya’ atau pamer kebaikan pun demikian. Ya beginilah kalau hidup di Republik Hits.

Menurut Mbak Allisa Wahid (putri sulung Gus Dur) di Kultweet nya, “Popularitas sebetulnya efek dari kita unggul dalam suatu hal. Orang sukses dalam karya contohnya, lalu populer. Sayangnya banyak yang salah kaprah. Banyak orang yang mengira menjadi populer itulah sukses. Padahal banyak yang bekerja dan sukses dalam sunyi. Seperti Kyai Vs ustad TV.

Terteguk heran, di Republik Hits ini banyak orang yang tidak bisa membedakan menghakimi atau mendakwahi. Sehingga banyak pen-da’i yang salah kaprah dalam memberikan tuntunan kepada umat nya. Menghakimi atau memberikan fatwa atau pun hukum merupakan tugas dari pemberi keadilan, seperti Hakim. Sedangkan pen-da’i ialah merekalah yang memberikan kesejukan, anjuran dan menjadi tauladan bagi umatnya, sehingga tidak menghakimi siapa yang benar atau yang salah, akan tetapi lebih pada memberikan kesejukan dan pengarahan terhadap siapa saja yang bathil, tidak untuk mengklutus kafir, musyrik atau dzolim, biarkan itu menjadi urusan Tuhan.

Semoga bangsa di Republik hits semakin asyik membangun negeri yang hits, dengan pemerintahannya yang semakin pro dengan suplier teknologi alias produk import,  pemuda nya yang semakin hits bersama kamera 360 dan make up setebal roti tawar menghiasi instagram, para penda’i nya semakin eksis dengan fatwa dekil biar bangsa nya bertambah gemar bermain Pokemon Go.

To be continue!

(Orang yang terbuang dari Republik Hits)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s