“Membincang Gerakan Dakwah Islamiyah”

20141109_164744

Banyak hal perlu kita lakukan untuk menjadi kader ulul albab, kader yang selalu berdzikir, berfikir dan ber-amal sholeh. Untuk menjadi kader ulul albab tentunya tidak bisa diperoleh dengan diam/bengong, apalagi memperbanyak barisan orang malas dan tidur-tiduran. Kader ulul albab inilah yang kemudian dituntut untuk menumbuhkan critical sensitivity – sensifitas kritis. Kritis akan segala hal yang mengganggu ke-Indonesia-an dan ke-Islam-an kita dalam berbangsa dan bernegara. Continue reading

Advertisements

Jelata dan Nestapa

Oleh: Al Muiz Ld.

Biar ku buat kata kata untuknya
Sekedar menyulut bara atas asa
Mendengar suara rintih manusia
Terkapar tertimpa nestapa

Jam dinding berdetak
Sedikit tersentak
Atas hadirnya lelaki perjaka peminta-minta
Sambil memainkan dawai gitarnya
Selang beberapa detik
Ditambah hujan yang merintik
Wanita tua itu kembali melangkah tak mau mendekat
Mengajak anaknya meminta-minta
Berharap simpati dan iba

Oh Tuhan,
Nenek peot merongrong di jalanan
Ibu yang rela menghardik anaknya
Lelaki perkasa tak kuat nyali
Dan terpaksa terluntah
Atau memang disengaja

Oh Tuhan,
Salah apa negeri ini?

Oh Tuhan,
Para ulama sibuk berdakwah
Para penguasa asyik berkuasa
Para petinggi gila akan kursi
Apakah negara tak lagi berguna?

Jelita jelata mulai pandai memanipulasi
Manfaatkan nestapa di negeri sendiri
Jelita jelata telah tereksploitasi
Oleh mandor berjas dan berdasi
Jelita jelata mulai terkebiri
Atas nasib hidup setiap hari
Jelita jelata gemar wira wiri
Bernyanyi dan menjual harga diri

Malang- JelataKopi
Rabu, 12 Okt 2016
12.30 WIB

Matrealisme Rasa

Oleh: Al Muiz Ld.

Sering kali
Ada yang terlewat
Ada yang mengganjal
Ada yang tak terawat
Bahkan terlewat

Senja membincang kata dan kata kata
Dimana memposisikan rasa dalam kata
Ada kata yang sibuk dengan estetika
Dan lupa akan etika
Ada kata yang mendakwah
Sebenarnya dusta

Terus,
Dimana posisi kata
Kata kata bukanlah kosong
Ia berbaris indah
Dalam puisi ia berbait tak rata
Ada pesan rasa yang disampaikannya
Atas ungkapan yang tak tersampaikan
Atas pikiran yang difakirkan
Atas rasa yang dihamburkan

Puisi tak hanya berbicara mawar merah,
Harumnya semerbak
Menawan jutaan wanita
Selaksa sihir buta

Apalah arti kata, jika tidak bermakana
Tak lagi membara
Tak lagi menganga
Tak lagi menggerakkan
Jutaan manusia,
Untuk sadar bahwa dirinya terjajah

Puisi itu mewakili rasa
Memperjuangkan hak manusia
Agar bisa hidup bahagia

*Tulisan ini dibuat saat diskusi bersama mas Andy Sri Wahyudi (Penulis Buku Puisi Energi Bangun Pagi Bahagia)

Malang-KafePustaka
Rabu, 12 Oktober 2016
17.01 WIB

Eksil dan Cerita dari Praha

warsito

Oleh: Al Muiz Ld. 

Iseng, malam- malam di kamar memindah gadget dan media sosial yang ada di HP saya. Setelaah main pool di HP, lanjut dengan membuka situs media online yang bisa menambah wawasan, dan terakhir facebook, bbm serta twitter pun tak luput dari incaran keisengan malam ini. Keisengan malam ini berujung pada iming- iming Gus Zuhairi Misrawi di twitter nya yang sekelumit mendeskripsikan film yang telah ia tonton, yakni “a copy of a my mind” dan “surat dari praha”. Kemudian, wining solution dari keisengan saya adalah membuka window di laptop, membuka youtube dan mencari informasi terkait film Surat Dari Praha. Continue reading